Bandung adalah berasal dari kata bendung atau bendungan kerana terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalunya membentuk telaga.
Terdapat legenda yang menceritakan “Bandung” diambil dari sebuah kenderaan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat bersama yang dipanggil perahu bandung.
Perahu ini digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
6 Tempat Bersejarah Di Bandung, Indonesia
Ada juga sejarah kata “bandung” dalam bahasa Indonesia, identik dengan kata “banding” bererti berdampingan.
Kini Bandung juga dikenali sebagai Paris Van Java. Hari ini saya akan kongsi antara 6 tempat bersejarah di Bandung, Indonesia.
1.Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju)
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat adalah Museum Sejarah Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang disahkan oleh Gabenor Jawa Barat (R. Nana Nuriana) pada 23 Ogos 1995.
Lokasi monumen ini berhadapan dengan Gedung Sate dan di depan Universiti Padjadjaran. Monju yang berbentuk memiliki model bangunan berbentuk bambu runcing yang moden.
Monumen ini memiliki 7 buah diorama pada ruang pameran , disini banyak menceritakan sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat dari masa kerajaan hingga mempertahankan kemerdekaan, ruang perpustakaan, dan ruang audiovisual.
Monju juga dilengkapi dengan halaman yang luas, ruang solat, dan tandasuntuk pengunjung.
2. Gedung Sate
Gedung Sate memiliki ciri khas berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya. Sejarah bagaimana berdirinya Gedung ini menunjukkan bahawa gedung ini mula dibangunkan pada tahun 1920 dan hingga kina Gedung ini masih kukuh.
Gedung Sate ini berfungsi sebagai gedung pusat Pemerintahan Jawa Barat.
Gedung Sate pada masa Pemerintahan Hindia Belanda disebut sebagai Gouvernements Bedrijven (GB). Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Cops yang merupakan puteri sulung Walikota Bandung.
Pada 3 Desember 1945, terjadinya peristiwa yang mengorbankan tujuh pemuda yang mempertahanakan Gedung Sate dari serangan Pasukan Gurkha.
Demi mengenang jasa ketujuh pemuda tersebut maka terdirilah tugu dari batu yang diletakkan di belakang halaman Gedung Sate.
3. Masjid Raya Bandung
Masjid Raya Bandung ini dikenali sebagai masjid provinsi bagi Jawa Barat. Masjid Raya Bandung ini dibangunkan pada tahun 1810 dan telah mengalami 8 kali rombakan pada abad ke-19.
Masjid ini dirasmikan pada 4 Jun 2003 oleh Gubernur Jawa Barat, iaitu H.R. Nuriana. Hal ini bersamaan dengan pergantian nama dari Masjid Agung Bandung menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.
4. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Bangunan bersejarah di Bandung iaitu Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang dibangun pada masa penjajahan Belanda antara tahun 1910-1915.
Bangunan ini memiliki gaya Romantisisme dan digunakan sebagai tempat tinggal pawa perwira Belanda.
Bangunan ini juga digunakan markas untuk bersembunyi dari pihak Jepun masa Jepun menduduki Indonesia pada tahun 1942.
Bangunan ini kemudian diambil alih oleh Pasukan Siliwangi dan digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi (Akademi Militer Bandung) setelah kemerdekaan, yaitu pada tahun 1949-1950.
5. Gedung Merdeka
Gedung Merdeka berada di Jalan Asia Afrika No. 65, Kota Bandung. Gedung ini dahulunya adalah sebuah kedai yang dimiliki warga keturunan Tionghoa.
Kedai tersebut dijadikan tempat berkumpul orang-orang Belanda di Bandung yang menjadi anggota Societeit Concordia pada tahun 1879.
Kedai ini pun dibeli dan diperluas bangunannya pada tahun 1895. Bangunan ini direnovasi secara besar-besaran pada tahun 1921 oleh Van Gallen Las dan C.P. Wolff Schoemaker.
6. Monumen Bandung Lautan Api
Monumen Bandung Lautan Api ini dibangunkan untuk mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23 Mei 1946.
Selain itu, mereka juga menginginkan agar semua warga Bandung di luar TNI dan BKR menyerahkan senjata. Warga Bandung menganggap hal ini sebagai tindakan menyerah tanpa syarat.
A.H. Nasution, Komandan Divisi III Siliwangi, mengobarkan semangat perjuangan dengan membumi hanguskan Bandung Selatan. Seluruh warga Bandung Selatan pun ikut membakar wilayah mereka dan berbondong-bondong meninggalkan Bandung.
No comment yet for this article. Be first to leave a comment!